Untuk Papua dari Dapur Kecil membawa Harapan Besar
Ruma Papua lahir dari sebuah dapur sederhana dan niat tulus seorang ibu untuk menjaga kesehatan keluarganya. Dian Lestari, founder Ruma Papua, pertama kali mengenal kombucha karena rasa penasarannya terhadap minuman fermentasi yang dikenal baik untuk pencernaan. Ia percaya bahwa kesehatan dimulai dari usus yang sehat, karena sekitar 70% sistem imun manusia berasal dari pencernaan.
Perjalanan ini semakin bermakna ketika Dian menghadapi tantangan kesehatan dalam keluarganya. Anak-anaknya membutuhkan asupan yang mendukung tumbuh kembang optimal, sementara sang mama telah lama mengidap diabetes tipe 2 dan bergantung pada obat-obatan. Dari situlah Dian mulai serius mempelajari kombucha melalui jurnal, media sosial, dan riset mandiri, hingga akhirnya memproduksi kombucha rumahan yang aman dan nyaman dikonsumsi.
Kombucha Lokal dengan Misi untuk Papua
Kombucha buatan Dian memberikan respons yang sangat baik. Sang mama merasakan tubuh lebih segar, tidak mudah lelah, dan kadar gula darahnya berangsur normal hingga tidak lagi bergantung pada obat harian. Manfaat nyata ini menjadi titik balik yang mendorong Dian memperkenalkan kombucha kepada keluarga dan teman terdekat.
Testimoni positif terus mengalir dan menyebar dari mulut ke mulut. Dari sinilah Ruma Papua mulai membuka pre-order dan mendapatkan sambutan luar biasa. Perlahan namun pasti, produksi meningkat. Dapur kecil berkembang menjadi rumah produksi yang memenuhi standar BPOM dan telah bersertifikat halal. Dalam satu tahun, produksi mencapai lebih dari 2.000 botol dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal, dari satu karyawan hingga kini sepuluh orang.

Rasa Unik Alami dari Tanah Papua
Ruma Papua menghadirkan 12 varian rasa yang unik dan eksotis, semuanya terinspirasi dari kekayaan alam Papua. Mulai dari kombucha kopi pegunungan Papua yang harum dan lembut, nanas segar dari Tolikara, Jahe Naga dari Genyem, jahe Arso, hingga Lemon lokal Papua yang kini menjadi best seller karena rasanya yang sangat segar.
Salah satu varian paling istimewa adalah kombucha Sarang Semut dari Merauke, tanaman endemik Papua yang dikenal memiliki manfaat kesehatan tinggi. Melalui riset berkelanjutan dan kerja sama dengan Universitas Cenderawasih (UNCEN), Ruma Papua berkomitmen memperjuangkan pengakuan Sarang Semut sebagai bahan pangan yang aman dan layak konsumsi.
Semua inovasi ini dilakukan bukan sekadar untuk mengikuti tren, melainkan sebagai upaya nyata menghadirkan produk sehat berkualitas untuk Papua, dengan cita rasa lokal yang membanggakan.
Lebih dari Usaha, Ini Adalah Panggilan untuk Papua
Ruma Papua bukan hanya bisnis, tetapi sebuah gerakan kesehatan dan pemberdayaan. Dian juga menciptakan kombucha kopi yang aman bagi penderita GERD, terinspirasi dari pengalamannya sendiri yang tidak bisa mengonsumsi kopi namun menyukai aromanya. Inovasi ini membuka peluang agar kopi Papua bisa dinikmati lebih luas dalam bentuk yang lebih ramah bagi lambung.
Dalam dua tahun perjalanannya, Ruma Papua telah mengikuti berbagai event nasional dan mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Kesehatan, hingga Kementerian Perindustrian. Semua pencapaian ini memperkuat komitmen Ruma Papua untuk terus bertumbuh secara legal, aman, dan berkelanjutan.
Ruma Papua percaya bahwa kebaikan yang lahir dari dapur kecil bisa menjadi berkat besar untuk Papua. Setiap botol kombucha bukan hanya minuman, tetapi simbol harapan, kesehatan, dan masa depan yang lebih sejahtera bagi Papua.